Satu pekan ini, cuaca berubah begitu saja. Sebelumnya setiap pagi, lalu berlanjut ke siang hari kemudian sore, hujan senantiasa membersamai. Namun satu pekan ini, hujan kembali tiba pada hal yang semestinya. Saat pagi mentari terang, siang terik lalu sore pun hujan. Siklus normalnya begitu…
- Dari Stasiun ke Stasiun
Seperti pagi ini, saat menuju ke Stasiun Cilebut, dalam perjalanan dengan motor bebek kesayangan mentari pagi sudah menyertakan sinar hangatnya. Padahal jam masih menunjukkan pukul enam lebih.
Sampai di Stasiun Cilebut, kereta yang akan berangkat ke arah Kota akhirnya datang. Hari kerja, sudah dipastikan kereta penuhnya bukan main. Berdesakana dan saling dorong sudah jadi sesuatu yang lumrah. Karena tujuan saya ke Stasiun Tangerang, saya perlu tiga kali transit dari Bogor. Transit pertama di Stasiun di Manggarai kemudian dilanjutkan kereta ke Tanah Abang untuk transit kedua, transit ketiga Tanah Abang ke Stasiun Duri lalu dilanjutkan perjalanan dari Stasiun Duri ke Stasiun Tangerang.
Sampai Stasiun Tangerang sekitar pukul 10 pagi, panasnya matahari begitu terik padahal masih pagi. Apalagi pekan-pekan sebelumnya hampir setiap pagi hujan sudah turun. Lah hari ini dan beberapa hari lalu panas matahari begitu terik seolah lupa kalau pekan sebelumnya hujan nonstop. Berikutnya perjalanan dilanjutkan dengan gojek menuju ke Massuro Coffee and Kitchen.
- Massuro Coffee and Kitchen
Saat masuk nuansa restoran terlihat asri dengan banyaknya hiasan daun dan tanaman hias di berbagai tempat di Massuro Coffee and Kitchen. Kalau dilihat interior yang dihadirkan di restoran ini adalah interior bertema industrial semi outdoor.
Saat masuk, ruang tunggu untuk pengunjung maupun driver ojek online memesan makanan dan minuman. Sebelum masuk kita akan melewati meja kasir, yang di belakangnya terdapat dapur. Di samping kasir terdapat barista yang siap membuat aneka kopi. Sesuai dengan namanya yang menyertakan kopi sebagai nama restoran.
Di depan kasir meja dan kursi berjejer rapi. Di beberapa dinding terdapat tulisan Massuro yang bisa dijadikan tempat selfie. Yang seru dari Massuro Coffee and Kitchen ini terdapat stage atau panggung beserta sound sistem yang bisa digunakan untuk bernyanyi.
Mendongakkan kepala ke atas terdapat lantai dua yang bisa juga digunakan untuk makan, ada juga ruangan khusus yang diser sebagai ruangan meeting.
Saya duduk dan memesan Kopi Jelly untuk minuman serta Mie Hongkong Tom Yum Bebek yang menjadi salah satu signature dish Massuro Coffee and Kitchen dan Es Ala Massuro sebagai dessert alias hidangan penutup.
Saya review sedikit banyaknya....
- Kopi Jelly atau Jelly Coffee
Rasa kopinya cukup kuat, berpadu dengan susu dan gula aren buat pecinta kopi tipis-tipis seperti saya. Kopi Jelly Massuro Coffee and Kitchen pas banget diminum aebagai teman makan berat maupun sebagai teman makan camilan.
Jelly nya yang lembut juga gampang diseruput dengan sedotan. Biasanya PR kalau minum minuman yang ada jelly, agar atau Boba bukannya bisa dinikmati kadang malah nyangkut di sedotan.
Ini maksudnya mau pergi makan tomyam bebek mas? 😅
BalasHapus